
Relawan Senkom Surakarta melakukan pemantauan dan evakuasi warga di wilayah terdampak banjir akibat hujan deras, Rabu (15/4/2026).
Surakarta, 15 April 2026 – Hujan deras yang mengguyur Kota Surakarta sejak Selasa (14/4/2026) sore memicu banjir di sejumlah wilayah dan mendorong relawan Senkom Mitra Polri untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Pemantauan intensif dilakukan sepanjang malam melalui sistem komunikasi terpadu guna memastikan respons cepat terhadap kondisi di lapangan.
Berdasarkan laporan resmi internal Senkom hingga Rabu (15/4/2026) pukul 08.00 WIB, beberapa kawasan terdampak banjir meliputi wilayah Solo bagian barat dan selatan, dengan kondisi yang bervariasi dari genangan ringan hingga luapan air yang cukup tinggi.Ketua Senkom Surakarta, H. Yusuf Erwansyah, A.Md., menegaskan bahwa seluruh anggota telah diinstruksikan untuk tetap siaga dan responsif terhadap perkembangan situasi.
“Sesuai tagline Senkom, siaga saat aman, hadir saat dibutuhkan, seluruh anggota diminta memantau perkembangan dan siap bergerak membantu masyarakat,” ujar Yusuf dalam keterangan resminya.Pemantauan Real-Time dan Respons Cepat
Sejak malam hari, relawan melakukan pemantauan menggunakan Senkom Digital Communication (SDC), perangkat handy talky (HT), serta aplikasi komunikasi seperti WhatsApp dan Telegram. Informasi dikumpulkan secara real-time untuk mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.
Wilayah Terdampak Banjir
Solo Bagian Barat
Kampung Jagalan
Makamhaji
Kondisi: Air mulai surut. Warga mampu memenuhi kebutuhan logistik secara mandiri. Tim Rescue Senkom membantu proses pembersihan pascabanjir.
Solo Bagian Selatan
Kaliwingko
Solo Bagian Selatan
Kaliwingko
Kondisi: Ketinggian air mencapai perut orang dewasa dan masih berpotensi meningkat.
Teposanan (Baron)
Kondisi: Air mulai masuk ke rumah warga sejak dini hari. Sejumlah warga mengungsi ke masjid terdekat.
Debit Air Sungai Meningkat
Luapan air di kawasan Kaliwingko dipicu oleh meningkatnya debit sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi. Dalam waktu singkat, air meluap ke permukiman warga dengan arus yang cukup deras.
Jembatan Kaliwingko menjadi salah satu titik yang dipantau karena menunjukkan tekanan air yang signifikan dan berpotensi membahayakan infrastruktur sekitar.
Sejumlah warga berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.
Pentingnya Penanganan Berkelanjutan
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya pengelolaan lingkungan, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase. Faktor seperti sedimentasi, penyempitan alur sungai, serta tingginya curah hujan menjadi tantangan utama yang perlu ditangani secara komprehensif.
Senkom bersama elemen masyarakat lainnya terus berperan aktif, tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan pascabencana.(Ac)
Sumber Resmi
Laporan internal Senkom Surakarta (15 April 2026)/Ghoni
Keterangan Ketua Senkom Surakarta
Teposanan (Baron)
Kondisi: Air mulai masuk ke rumah warga sejak dini hari. Sejumlah warga mengungsi ke masjid terdekat.
Debit Air Sungai Meningkat
Luapan air di kawasan Kaliwingko dipicu oleh meningkatnya debit sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi. Dalam waktu singkat, air meluap ke permukiman warga dengan arus yang cukup deras.
Jembatan Kaliwingko menjadi salah satu titik yang dipantau karena menunjukkan tekanan air yang signifikan dan berpotensi membahayakan infrastruktur sekitar.
Sejumlah warga berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.
“Kami berharap ada normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur. Jangan sampai ini terus terjadi,” ujar salah satu warga.
![]() |
| Relawan Senkom Surakarta melakukan pemantauan dan evakuasi warga di wilayah terdampak banjir akibat hujan deras, Rabu (15/4/2026). |
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya pengelolaan lingkungan, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase. Faktor seperti sedimentasi, penyempitan alur sungai, serta tingginya curah hujan menjadi tantangan utama yang perlu ditangani secara komprehensif.
Senkom bersama elemen masyarakat lainnya terus berperan aktif, tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan pascabencana.(Ac)
Sumber Resmi
Laporan internal Senkom Surakarta (15 April 2026)/Ghoni
Keterangan Ketua Senkom Surakarta



Post a Comment