31 Personel Senkom Hadiri Peringatan Serangan Umum Surakarta

Personel Senkom Mitra Polri Kota Surakarta mengikuti Upacara Peringatan Serangan Umum Empat Hari di Halaman Balai Kota Surakarta, Jumat (7/8/2026).

SURAKARTA — Sebanyak 31 personel Senkom Mitra Polri Kota Surakarta menghadiri Upacara Peringatan Serangan Umum Empat Hari di Halaman Balai Kota Surakarta, Jumat (7/8/2026). Kehadiran satu satuan setingkat satuan (SST) tersebut disebut sebagai tindak lanjut permohonan Pemerintah Kota Surakarta untuk mendukung pelaksanaan upacara.

Upacara tersebut menjadi bagian dari peringatan sejarah perjuangan bangsa di Kota Surakarta. Ketua Pengadilan Negeri Surakarta, Dr. Achmad Satibi, S.H., M.H., bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Wali Kota Surakarta.

Dalam amanat yang dibacakan, disampaikan bahwa Surakarta tidak hanya dikenal sebagai kota budaya, tetapi juga memiliki sejarah perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Peserta upacara diajak mengenang jasa para pejuang yang telah berkorban dalam perjuangan mempertahankan bangsa dan negara.

“Marilah kita panjatkan doa sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pejuang. Semoga semangat Serangan Umum Empat Hari senantiasa hidup dalam hati kita semua dan menjadi inspirasi untuk terus berkarya bagi Kota Surakarta, bangsa, dan negara,” demikian bagian amanat Wali Kota yang dibacakan dalam upacara.

Serangan Umum Empat Hari merupakan peristiwa sejarah di Surakarta yang berlangsung pada 7–10 Agustus 1949. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat peristiwa tersebut sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan di Kota Surakarta.

Salah satu situs yang berkaitan dengan peristiwa tersebut adalah Monumen Sondakan. Data Cagar Budaya Kemendikdasmen menyebut monumen itu dibangun untuk mengenang peristiwa 7–10 Agustus 1949 yang dikenal sebagai Serangan Umum Empat Hari di Surakarta.


Ketua Senkom Mitra Polri Kota Surakarta, H. Yusuf Erwansyah, mengatakan keikutsertaan personel Senkom dalam upacara tersebut merupakan bagian dari penghormatan terhadap sejarah perjuangan sekaligus kegiatan organisasi di tengah masyarakat.

“Keikutsertaan satu SST Senkom Mitra Polri Kota Surakarta bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi merupakan wujud penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus implementasi pengabdian kami kepada bangsa. Semangat perjuangan Serangan Umum Empat Hari harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai penguat persatuan, disiplin, dan cinta tanah air,” ujar Yusuf.

Nama Yusuf Erwansyah sebagai Ketua Senkom Mitra Polri Kota Surakarta juga tercantum dalam publikasi Polresta Surakarta terkait kegiatan koordinasi dengan Senkom pada Maret 2026.

Yusuf menambahkan, Senkom Mitra Polri akan mendukung kegiatan pemerintah yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat, penanggulangan bencana, serta bela negara.

“Kami siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kondusivitas Kota Surakarta. Semangat gotong royong dan pengabdian yang diwariskan para pejuang menjadi motivasi bagi seluruh anggota Senkom untuk terus hadir melayani masyarakat,” katanya.


Serangan Umum Empat Hari di Surakarta berlangsung pada 7–10 Agustus 1949. Kajian sejarah mencatat peristiwa tersebut melibatkan unsur pejuang dan Tentara Pelajar dalam perjuangan mempertahankan Republik Indonesia.

Peristiwa itu juga menjadi bagian dari perjuangan bersenjata Indonesia pada fase akhir Revolusi Nasional. Kajian mengenai keterlibatan Tentara Pelajar menyebut Serangan Umum Empat Hari memiliki dampak dalam aspek militer dan politik perjuangan Republik Indonesia.

Peringatan tahunan terhadap peristiwa tersebut karena itu tidak hanya berkaitan dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah perjuangan di Surakarta.

Kehadiran berbagai unsur dalam upacara, termasuk personel Senkom Mitra Polri Kota Surakarta, menjadi bagian dari pelaksanaan peringatan tersebut.(Ghoni/Ac)


0/Post a Comment/Comments

Ads1
Ads2