MAKASSAR – Pengurus Senkom Mitra Polri Provinsi Sulawesi Selatan memenuhi undangan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, Brigjen Pol. Drs. Agung Prabowo, untuk mengikuti kegiatan pembuatan testimoni dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026, yang berlangsung di Kantor BNNP Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HANI 2026 yang bertujuan memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui sinergi antarlembaga, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan partisipasi aktif masyarakat.
Keikutsertaan Senkom Mitra Polri Sulawesi Selatan menunjukkan dukungan nyata organisasi terhadap upaya nasional dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang hingga kini masih menjadi tantangan serius bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Mewakili Pengurus Provinsi Senkom Mitra Polri Sulawesi Selatan, H.M. Rusli, D.M., S.Sos., M.M. menyampaikan testimoni yang menegaskan bahwa peringatan Hari Anti Narkotika Internasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat komitmen bersama dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
Dalam testimoninya, Rusli mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan keterlibatan aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui edukasi, deteksi dini, penyampaian informasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta kementerian, lembaga, dan seluruh unsur terkait atas keberhasilan menggagalkan penyelundupan kuncup bunga ganja (cannabis bud) seberat 3,37 ton. Keberhasilan tersebut dinilai sebagai bukti nyata efektivitas sinergi antarlembaga dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
"Senkom Mitra Polri siap terus bersinergi bersama BNN, Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung Program P4GN. Melalui edukasi, deteksi dini, penyampaian informasi, serta pemberdayaan masyarakat, kami berkomitmen ikut menjaga generasi bangsa dari ancaman narkotika demi terwujudnya Indonesia Bersinar," ujar H.M. Rusli.
Kegiatan pembuatan testimoni HANI 2026 dihadiri berbagai unsur pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, hingga mitra strategis BNN yang selama ini aktif mendukung pelaksanaan Program P4GN di Sulawesi Selatan.
Di antaranya hadir Ahmad Fahlevi dari Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sulawesi Selatan, Kompol M. Thamrin, S.E., M.M. selaku Kapolsek Tamalate Polrestabes Makassar, Dr. Ir. Yonggris, M.M. dari Permabudhi Sulawesi Selatan, Dr. Asbullah, S.H., M.H. dari Universitas Sawerigading Makassar, Khaidir dari Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan, Malingkai Ilyas dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Pembina FKUB Sulawesi Selatan, Jamaluddin, S.K.M. dari GANAS ANNAR Kota Makassar, Fardiansyah Karim dari PMI Kota Makassar, Andi Oddang dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Sulawesi Bagian Selatan, Syahriah Rasyid dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan, serta Ashari, A.Md.IP., S.H., M.Si. dari Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulawesi Selatan.
Turut hadir pula perwakilan Keuskupan Agung Makassar, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), WALUBI, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), serta Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (PGIW Sulselra).
Kehadiran para tokoh lintas agama bersama unsur pemerintah dan organisasi masyarakat mencerminkan komitmen kolektif dalam membangun ketahanan sosial terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas Program P4GN. Keterlibatan pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, hingga relawan diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.
Selain meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya narkotika, sinergi tersebut juga diharapkan memperkuat sistem deteksi dini, memperluas penyampaian informasi, serta membangun ketahanan sosial yang mampu melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Bagi Sulawesi Selatan, penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial dan menciptakan lingkungan yang sehat serta produktif. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen nasional mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba) melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Melalui keikutsertaannya dalam kegiatan HANI 2026, Senkom Mitra Polri Provinsi Sulawesi Selatan kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis BNN, Polri, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan Program P4GN. Semangat kolaborasi yang dibangun diharapkan terus berlanjut sebagai langkah bersama dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.(Mus/Ac)


Post a Comment